Selasa, 14 Februari 2012

MAKALAH PENELITIAN

CONTOH METODE PENELITIAN PENGARUH LIMBAH TERHADAP LINGKUNGAN
BY INTAN  DHEA  UNTARRY (IPS3)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    LATAR BELAKANG
Pengaruh limbah pabrik saat ini memang banyak dampak negatifnya
Secara langsung dan tidak langsung merusak alam dan menyebabkan gangguan terhadap ekosistem makhluk hidup yang ada di dalam
Yang banyak merasakan dampak adalah masyarakat sekitar pabrik

1.2    RUMUSAN MASALAH
1.    Apa akibat limbah pabrik terhadap lingkungan?
2.    Apa faktor yang mempengaruhi kualitas air limbah?
3.    Bagaimana cara menanggulani adanya pencemaran air limbah pabrik di lingkungan masyarakat?

1.3    TUJUAN
1.    Untuk mengetahui akibat dari limbah pabrik terhadap lingkungan
2.    Untuk faktor yang mempengaruhi kualitas air limbah
3.    Untuk mengetahui cara menanggulani adanya pencemaran air  limbah pabrik di lingkungan masyarakat
1.4    MANFAAT PENELITIAN
Bagi pembaca
Dapat mengetahui pentingnya menjaga kebersihan akan lingkungan masyarakat

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN LIMBAH
    Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.      Terjadinya penurunan kualitas air permukaan di sekitar daerah-daerah industri.
2.2 AKIBAT LIMBAH PABRIK TERHADAP LINGKUNGAN
•    Konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya.
•    Terjadi peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2 SO2, dan debu.
•    Berkurangnya  unsur hara tanah karena bahan kimia yang di hasilkan oleh limbah pabrik
•    Matinya organisme zat pengurai tanah akibat dari pencemaran tanah karena limbah 
•    Tercemarnya air bersih karena adanya limbah cair yang bahaya
•    Rusaknya ekosistem makhuk hidup seperti: ekosistem ikan
•    Tercemarnya udara akibat tercampur dengan bau limbah pabrik yang sangat mengganggu bagi makhluk hidup yang menghirupnya temasuk manusia  

2.3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS AIR LIMBAH
Volume
Air Kualitas limbah ditentukan dari banyaknya parameter dalam limbah dan konsentrasi setiap parameter. Semakin banyak volume air yang bercampur dengan limbah semakin kecil konsentrasi pencemar. Badan penerima yang menerima limbah sering tidak mendapat pengaruh.
Kualitas Air
Kualitas air badan penerima mengandung bahan/senyawa tertentu sebelum menerima buangan. Kualitas tersebut menetapkan arah penggunaan air. Adanya bahan pencemar yang sama, tidak akan mempengaruhi konsentrasi bahan dalam air penerima. Tetapi bila konsentrasi bahan pencemar dalam limbah lebih besar dari konsentrasi bahan pencemar dalam badan penerima (kemungkinan juga tidak ada), maka konsentrasi bahan pencemar setelah bercampur akan menjadi
lebih kecil. Sejauh mana konsentrasi tersebut dapat ditoleransi sesuai dengan standar kualitas lingkungan agar kualitas lingkungan tidak mengalami perubahan sebagai yang telah distandarkan.
Kegunaan Air
Air dibutuhkan untuk bermacam-macam keperluan. Kualitas air untuk keperluan minum berbeda dengan untuk keperluan industri.
Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dalam suatu lokasi tertentu turut mempengaruhi tingkat pencemaran lingkungan. Hal ini dikaitkan dengan tingkat kesadaran penduduk dalam memelihara lingkungan yang sehat dan bersih. Buangan air rumah tangga, padatan berupa sampah yang
dibuang ke sungai, air cucian kamar mandi maupun buangan tinja akan mempengaruhi tingkatkandungan BOD, COD dan bakteri coli dalam air sungai. Semakin padat penduduk suatu lingkungan semakin banyak limbah yang harus dikendalikan.
Lingkungan
Lingkungan seperti hutan, perkebunan, peternakan, alam yang
573 luas mempengaruhi kondisi badan penerima. Dalam keadaan
tertentu badan-badan pencemar akan ternetralisasi secara alamiah. Lintasan air sungai yang panjang dengan turbulensi yang keras akan mempengaruhi tingkat penyerapan oksigen ke dalam air. Adanya sinar matahari yang langsung masuk dalam badan penerima terjadi fotosintesa hingga sejumlah bakteri tertentu akan terancam. Adanya tumbuhan tertentu dalam badan penerima akan menetralisasi senyawa pencemar sebab sesuai dengan kondisi pertumbuhan.
Phosphat dalam air buangan menyuburkan tumbuh-tumbuhan tertentu, tapi tumbuhan itu sendiri akan merusak lingkungan.
Volume Air Limbah
Seluruh air dalam pabrik pada umumnya ditampung dalam saluran-saluran untuk kemudian disatukan dalam saluran yang lebih besar. Banyak saluran dan volume saluran disesuaikan dengan keadaan pabrik dan jumlah air yang akan dibuang. Volume air limbah akan menentukan konsentrasi bahan pencemar. Bahan pencemar dari suatu pabrik tergantung kepada banyaknya bahan-bahan yang terbuang. Dengan
asumsi bahwa semua terkendali dengan baik. Pengendalian hanya terbatas pada bahan pencemar yang tidak dapat dihindari, maka konsentrasi bahan pencemaran telah dapat diperkirakan jumlahnya. Penambahan volume air hanya menyebabkan konsentrasi turun. Dengan perkataan lain bahwa akibat pengenceran otomatis menyebabkan konsentrasi turun.
Frekuensi Pembuangan Limbah
Limbah dari suatu pabrik ada kalanya tidak tetap volumenya. Untuk beberapa pabrik tertentu limbah airnya mengalir dalam jumlah yang sama setiap hari, tetapi ada lain yang mengalirkan limbah pada jam-jam (waktu) tertentu bahkan pada satu minggu atau satu bulan. Bercampurnya limbah air pada jumlah yang berbeda-beda mengakibatkan konsentrasi bahan pencemar pada badan penerima bervariasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa standar kualitas lingkungan juga mengalami perubahan sesuai dengan limbah yang diterima.
Dari uraian di atas, kualitas limbah dapat diukur pada dua tempat yaitu, pada titik sebelum dan sesudah bercampur dengan badan penerima. Penetapan kualitas limbah ini perlu mendapat penegasan karena beberapa hal yang mendasari yaitu: bila limbah tidak dibuang ke tempat umum dibuatkan tempat tersendiri dan tidak bercampur dengan badan penerima. Biasanya hal seperti ini terjadi untuk limbah air.

2.4 DAMPAK PENCEMARAN AIR YANG DI SEBABKAN OLEH LIMBAH PEMUKIMAN MENDATANGKAN AKIBAT ATAU DAMPAK:
•    Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah.
•    Sampah anorganik ke sungai, dapat berakibat menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.
•    Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air.
•    Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).
•    Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.
•    Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen.
•    Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan.
2.5 PENCEMARAN AIR LIMBAH
Penyebab
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
• Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
• Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
• Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
• Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
Akibat
• Dapat menyebabkan banjir
• Erosi
• Kekurangan sumber air
• Dapat membuat sumber penyakit
• Tanah Longsor
• Dapat merusak Ekosistem sungai


2.6 PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

1. Secara Administratif
Upaya pencegahan pencemaran lingkungan secara administratif adalah pencegahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup. Contohnya adalah dengan keluarnya undang-undang tentang pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Dengan adanya AMDAL sebelum adanya proyek pembangunan pabrik dan proyek yang lainnya.

2. Secara Teknologis
Cara ini ditempuh dengan mewajibkan pabrik untuk memiliki unit pengolahan limbah sendiri. Sebelum limbah pabrik dibuang ke lingkungan, pabrik wajib mengolah limbah tersebut terlebih dahulu sehingga menjadi zat yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
3. Secara Edukatif
Cara ini ditempuh dengan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya lingkungan dan betapa bahayanya pencemaran lingkungan. Selain itu, dapat dilakukan melalui jalur pendidikan-pendidikan formal atau sekolah.( ahmad cecep sofyan Hariri, 2010 Biologi)

2.7 CARA MENANGGULANI PENCEMARAN
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air.
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. . (www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air limbah tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
2. Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup
• Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
• Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan bencana.
• Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
• Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Seharusnya, kita berperilaku terpuji dan santun terhadap lingkungan. Memuliakan air adalah salah satu bentuk wujud nyata yang bisa kita lakukan guna kelangsungan hidup bersama.

2.8 CARA MENANGGULANI PENCEMARAN AIR
Penanggulangan pencemaran air dapat dilakukan melalui:
• Perubahan perilaku masyarakat
• Pembuatan kolam/bak pengolahan limbah cair
Perubahan Perilaku Masyarakat Secara alami, ekosistem air dapat melakukan “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badanair. Kemampuan ini ada batasnya. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Peraturan pembuangan limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya dijatuhi hukuman. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan teknik pengolahan limbah, dan setelah memenuhi syarat baku mutu air buangan baru bisa dialirkan ke selokan-selokan atau sungai. Dengan demikian akan tercipta sungai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis.



2.9 TINDAKAN  YANG PERLU DI LAKUKAN OLEH MASYARAKAT

1. Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dll.
2. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk, mobil dan sepeda motor
3. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan ternak dan sebagai tempat kakus
4. Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa dimasak dahulu

3.0 PEMBUATAN KOLAM PENGOLAH LIMBAH
Saat ini mulai digalakkan pembuatan WC umum yang dilengkapi septic tank di daerah/lingkungan yangrata-rata penduduknya tidak memiliki WC. Setiap sepuluh rumah disediakan satu WC umum. Upaya demikian sangat bersahabat dengan lingkungan, murah dan sehat karena dapat menghindari pencemaran air sumur / airtanah.Selain itu, sudah saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian, air kamarmandi, dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak langsung dialirkan ke selokan atausungai.
Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalambeberapa kolam kemudiandibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
    Penelitian ini dilakukan pada tanggal : 14 Februari 2012 sampai dengan selesai. Dan     penelitian ini dilakukan di salah satu lingkungan Surabaya dekat industri

3.2 UNIT ANALISA
    Pada penelitian ini objek yang diteliti adalah lingkungan masyarakat    
3.3  RANCANGAN PENELITIAN
    Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik observasi dan     wawancara.
3.4 DATA DAN SUMBER DATA
    Penelitian ini menggunakan data dan sumber data. Data yang diambil hasil     pengamatan lingkungan Serta tuturan dari wawancara dan berdasarkan obrervasi
3.5 KEHADIRAN PENELITIAN
    Dalam penelitian ini peneliti sebagai instrumen utama dan dibantu dengan     instrumen pendukung
3.6 METODE PENGUMPULAN DATA
    Observasi
Meninjau lebih dekat serta secara langsung pengaruh limbah pabrik terhadap         lingkungan masyarakat


Interview
Melakukan wawancara serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada salah satu masyarakat surabaya
    Penarikan Kesimpulan
    Kegiatan ini dilakukan dengan cara menginterpretasikan hasil wawancara atau     penjanjian data untuk menjawab rumusan masalah yang disajikan

    Cara Pengambilan Kesimpulan
•    Reduksi Data
•    Identifikasi Data
•    Klasifikasi Data
•    Pengolahan Data
•    Penarikan Kesimpulan

BAB V
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
    Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
    Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).
    Banyaknya dampak dari pengaruh limbah pabrik terhadap lingkungan masyarakat yang membahayakan kehidupan makhluk hidup
    Banyaknya pencemaran yang di timbulkan oleh limbah limbah pabrik terutama pencemaran limbah cair yang banyak mengandung kandungan – kandungan unsur kimiawi yang sangat berbahaya terutama apabila tercemar oleh sumber air penduduk
    Ada banyak cara menanggulani adanya pencemaran air terhadap limbah pabrik
   
5.2 SARAN
Saran yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
•    Selalu peduli menjaga kebersihan dengan selalu merawat lingkungan sekitar
•    Menjaga kualitas air agar tetap selalu bersih
•    Bergotong royong dengan masyarakat sekitar dengan menjaga lingkungan agar terciptanya keindahan
•    Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dll.
•    Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk, mobil dan sepeda motor
•    Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan ternak dan sebagai tempat kakus
•    Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa dimasak dahulu

BAB IV
PEMBAHASAN PENELITIAN

Dari data yang saya peroleh tentang pengaruh limbah terhadap lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:
Akibat
•    Banyaknya konsentrasi bahan pencemar yang berbahaya bagi kesehatan penduduk seperti merkuri, kadmium, timah hitam, pestisida, pcb, meningkat tajam dalam kandungan air permukaan dan biota airnya.
•    Terjadinya peningkatan konsentrasi pencemaran udara seperti CO, NO2 SO2, dan debu.
•    Berkurangnya  unsur hara tanah karena bahan kimia yang di hasilkan oleh limbah pabrik
•    Matinya organisme zat pengurai tanah akibat dari pencemaran tanah karena limbah 
•    Tercemarnya air bersih karena adanya limbah cair yang bahaya
•    Rusaknya ekosistem makhuk hidup seperti: ekosistem ikan
•    Tercemarnya udara akibat tercampur dengan bau limbah pabrik yang sangat mengganggu bagi makhluk hidup yang menghirupnya temasuk manusia  
Cara menanggulani
Perubahan Perilaku Masyarakat Secara alami, ekosistem air dapat melakukan “rehabilitasi” apabila terjadi pencemaran terhadap badan air. Kemampuan ini ada batasnya. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran air. Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif, misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar